Berita

Anies Klaim Kasus Covid-19 Melandai, Epidemiolog: Belum Stabil

Anies Klaim Kasus Covid-19 Melandai, Epidemiolog: Belum Stabil

DI DALAM dua pekan terakhir, terjadi kemerosotan kasus aktif covid-19 di DKI Jakarta menjadi 12%. Namun, tersebut belum merepresentasikan bahwa kondisi wabah di Ibu Kota membaik.

Hal itu ditekankan epidemiolog Dicky Budiman. Menurutnya, penurunan kasus aktif belum stabil dan bersifat sementara. Sebab, cepat penyebaran covid-19 di Jakarta masih tinggi.

“Inia da penurunan secara bukti, tapi belum situasi yang stabil. Saya gak akan bilang telah aman, potensinya masih ada. Karena test positvity rate yang belum mendekati ideal. Laju penyebaran pula masih tinggi, ” ujar Dicky saat dihubungi, Sabtu (26/9).

Menangkap juga:   Anies: PSBB Teliti Turunkan Kasus Aktif Covid-19 di DKI Jadi 12%

Dicky menghargai penyebaran covid-19 di Ibu Tanah air masih tinggi, yang tecermin sebab tingginya test positivity rate. Berarti, masih banyak kasus covid-19 pada Ibu Kota yang belum terdeteksi.

“Penurunan dua pekan ini pun beta masih belum terlalu confident. Karena ini dinamikanya masih tinggi. Sedang banyak masyarakat yang belum terdeteksi, ” jelas Dicky.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan daya testing. Namun, harus menggencarkan contact tracing yang detail, lengkap serta tuntas. Langkah ini penting buat mencegah kemunculan klaster baru.

“Testing ini kualitas dan kuantitas harus dilakukan. Semua indikator saling terkait testing, tracing dan treatment-nya. Contact tracing itu memastikan orang-orang yang membawa virus bisa dideteksi, ” pungkasnya.

Baca juga:   Pekan Kedua PSBB,   Positivity Rate  Jakarta Turun Jadi 10, 9%

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melaporkan pelambatan kenaikan kasus aktif di Ibu Kota. Tercatat, kasus aktif menurun dari 49% menjadi 12%. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim penurunan terjadi pascapenerapan Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) selama dua pekan.

Sepanjang 30 Agustus hingga 11 September, penambahan kasus aktif covid-19 di Jakarta mencapai 49%. Namun, pada saat PSBB diterapkan, data menunjukan penurunan kasus aktif hingga 12% pada 12 September mematok 23 September.

“Peningkatan kasus aktif pada Jakarta melambat dari 49% menjelma 12%. Sejak Gubernur Anies Baswesan mengambil keputusan menarik rem gawat dan kembali memberlakukan PSBB selektif, ” bunyi keterangan Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram sah. (OL-11)