Berita

Banjir Tebing Tinggi, 56 Posko Didirikan

Banjir Tebing Tinggi, 56 Posko Didirikan

PEMERINTAH Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara mendirikan 56 posko untuk membantu warga wilayah itu yang terdampak banjir kelanjutan meluapnya Sungai Padang. Wali Tanah air Tebing Tinggi, Umar Zunaidi di Tebing Tinggi, Sabtu (28/11) mengatakan saat ini telah didirikan 56 posko yang tersebar di Praja Tebing Tinggi untuk membantu warga terdampak banjir.

Namun ia menyebutkan total posko itu masih harus ditambah. Selain itu, Umar juga berniat mendapat tambahan perahu karet untuk mempercepat evakuasi warga dan menyalurkan logistik.
   
“Sekarang ada 56 posko, saya masih meminta bantuan tenda-tenda pleton untuk mendirikan posko. Perahu kita yang kecil juga tidak penuh. Kami minta bantuan kepada gubernur untuk mengevakuasi warga dan menyalurkan logistik, ” kata Umar.
   
Sampai era ini belum ada laporan menghantam korban jiwa, karena sebelum banjir Pemkot Tebing Tinggi telah memperhitungkan bencana alam ini. Ia serupa mengatakan sudah meminta masyarakat biar menjauhi daerah sekitar sungai jadi korban jiwa bisa dihindari.
   
“Kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak berdiam di pinggiran sungai karena banjir sudah kita prediksi. Sampai sekarang belum ada laporan korban rohani, ” lanjutnya.
   
Banjir melanda sebagian mulia wilayah Kota Tebing Tinggi sejak Jumat (27/11). Namun, hingga Sabtu volume air semakin tinggi serta merendam beberapa daerah di Kota Tebing Tinggi.  

Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan   menjelaskan bahwa Kota Tebing Tinggi kerap dilanda banjir akibat ekspresi sungai Padang. Program upaya pengerjaan sungai Padang sudah diajukan oleh Pemkot sejak 10 tahun dengan lalu, namun masih dalam periode wacana perencanaan dan belum tersedia implementasi di lapangan.

“Kita berharap negeri pusat dalam hal ini Kementerian PUPR memberi perhatian yang benar-benar. Kalau tidak ada penanganan secara permanen maka diperlukan penanganan gawat. Minimal melakukan normalisasi sungai Padang dengan pengerukannya. Kemudian memperbaiki menuntaskan dan meninggikan tanggul-tanggul serta melanjutkan tanggul yang belum selesai dikerjakan, ” kata Umar Zunaidi.

Selain itu memperbaiki pintu-pintu klep yang ada yang masuk ke sungai Medan agar sesuai standard dan tak mengairi pemukiman masyarakat.

“Ini yang kami harapkan dan tentunya kalau ini rasanya mustahil tidak bisa dikerjakan oleh Kementerian PUPR, ” ucapnya.
 

baca juga:   DIY Dapat Alokasi Jatah Vaksin 2, 2 Juta

Banjir disebabkan karena meluapnya Sungai Padang dengan membelah Kota Tebing Tinggi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Kawasan (BPBD) Tebing Tinggi ada 5 kecamatan yang terdampak cukup berat banjir, yaitu Kecamatan Rambutan, Bajenis, Padang Hulu, Tebing Tinggi Praja dan Padang Hilir. Sebanyak 25. 297 jiwa dari lima kecamatan di Tebing Tinggi terdampak banjir.   Ada sekitar 3538 panti terdampak banjir di 5 kecamatan meliputi 14 kelurahan. Akibatnya awak mulai mengungsi ke posko yang disediakan olehPemkot Tebing Tinggi.     (Ant/OL-3)