Berita

Inisial DK Muncul dalam Proposal Ajaran Pinangki ke MA

Inisial DK Muncul dalam Proposal Ajaran Pinangki ke MA

NAMA baru dalam dugaan gratifikasi yang dilakukan Jaksa Pinangki Pupus Malasari dari terpidana kasus sah tagih (cassie) Bank Bali Joko S Tjandra muncul. Orang tersebut berinisial DK.

Belum banyak informasi dengan dapat diperoleh tentang sosok DK. Bahkan, Direktur Penyidikan Jaksa Terkenal Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Ardiansyah belum mendapati identitas dari DK.

“Kita nggak tau, yang jelas DK itu tersedia data, singkatannya DK. Makanya kita lagi cari, DK ini siapa, ” ujar Febrie di Jakarta, Jumat (11/9).

Baca juga: Kejagung: Joko Tjandra Pelaku Pengurusan Fatwa MA

Febrie menyebut inisial DK muncul dalam proposal dengan dibuat Pinangki terkait pengajuan ajaran Mahkamah Agung. Melalui fatwa itu, Joko Tjandra tidak perlu melaksanakan hukuman dua tahun penjara dengan sebelumnya dijatuhkan MA pada 2009.

Sebab sebab itu, Febrie menegaskan temuan terhadap DK bukan berasal dari pengakuan saat pemeriksaan saksi maupun tersangka.

“(DK), terkait dia, tercantum di dokumen proposal (fatwa) yang diajukan Pinangki, di situ ada DK, ” jelas Febrie.

Guna mengetahui wujud DK, Febrie juga mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan penyidik Bareskrim.

“Nanti kita koordinasi ke Bareskrim. Jangan-jangan dia tahu nama DK, kan dalam sana nyidik juga, ” tandasnya.

Inisial DK dihembuskan pertama kali sebab koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (Maki) Boyamin Saiman. DK diyakininya terlibat dalam pengurusan fatwa bersama dengan beberapa orang lain, yakni T, BR, HA, dan SHD.

Hal itu disampaikan Boyamin dalam rangka penyampaian materi bahan supervisi yang dilakukan KPK terhadap penyidikan Bareskrim serta Kejagung.

“KPK perlu mendalami berbagai inisial nama yang diduga sering disebut PSM (Pinangki), ADK (Anita), dan JST (Joko Tjandra) dalam agenda pengurusan fatwa, yaitu T, DK, BR, HA, dan SHD, ” terang Boyamin.

Kejagung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kejadian ini. Selain Joko Tjandra & Pinangki, satu orang lagi dengan telah ditetapkan tersangka adalah politisi Andi Irfan Jaya.

Pinangki diduga menerima uang dari Joko Tjandra sebesar US$500 ribu atau sekitar Rp7 miliar. Kejagung menduga suap antara Joko Tjandra dan Pinangki dijembatani oleh Andi Irfan. (OL-1)