Berita

Irma Minta Aboe Bakar Pahami Regulasi Prokes dan Lindungi Rakyat

Irma Minta Aboe Bakar Pahami Regulasi Prokes dan Lindungi Rakyat

POLITIKUS nonaktif Partai NasDem Irma Suryani Chaniago meminta politikus PKS Aboe Bakar Alhabsyi biar lebih cermat dalam memberikan masukan terkait pembandingan antara kampanye pilkada dengan kerumunan massa yang dilakukan laskar FPI saat menjemput si pimpinan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta.

“Seharusnya jika merasa bahan yang didukung melanggar protokol kesehatan tubuh, harusnya PKS tarik dukungan, tersebut baru konkret! PKS kan selalu salah satu partai pendukung di pilkada, ” kata Irma melalui keterangan resmi, Senin (14/12).

Irma menganjurkan agar Aboe Bakar tak cuma mencari pembenaran atas perilaku FPI yang tidak memiliki alasan konstitusi untuk mengumpulkan orang yang berakibat mencelakai orang lain.

“Sebagai politikus & wakil rakyat jangan asal bicara, pahami regulasi dan lindungi rakyat daripada perilaku arogansi mubazir yang bisa berakibat fatal. Tertularnya rakyat yang ikut dalam kerumunan maupun rakyat yang berinteraksi dengan mereka yang terinfeksi setelah kerumunan, ” ujarnya.

Irma menegaskan jika kegiatan Pilkada merupakan kontestasi politik yang dijamin peraturan. Kerumunan yang terjadi di pilkada tentu juga dapat dikategorikan menyalahi protokol kesehatan jika jumlahnya mulia dan tidak menggunakan masker.  

Baca juga:   Pemprov DKI Layangkan Denda Rp50 Juta di dalam Rizieq Shihab

Kemudian, kontrol konvensi pilkada adalah ranah Bawaslu dan KPU untuk memberikan sanksi.

Hal itu berbeda dengan kerumunan yang dilakukan FPI yang secara arogan dan tidak bertanggung jawab menyerukan penjemputan “seseorang” di bandara hanya buat menggiring opini publik bahwa perseorangan yang dijemput memiliki pengikut besar dan boleh berbuat apapun serupa, meskipun melanggar protokol kesehatan. Biar melanggar hak rakyat, karena kerumunan tersebut membuat penerbangan dalam & luar negeri tertunda.

“Bayangkan berapa kemalangan yang harus ditanggung masyarakat akibat perilaku picik tersebut, belum sedang kerusakan area bandara yang harus ditanggung Angkasa Pura. Persoalannya tidak soal mereka berniat ganti rugi, tetapi perusakan itu nyata adalah perbuatan tidak bertanggung jawab, ” tukas Irma.

Irma meminta Aboe Bakar memahami salah satu pepatah bijak, “karena nila setitik rusak susu sebelanga”.

“Karena kerumunan satu hari, rusak kerja protokol covid dan gubernur DKI dengan PSBB-nya selama setahun”. (RO/OL-5)