Berita

Jadikan Krisis Momentum Perkukuh Persatuan

Jadikan Krisis Momentum Perkukuh Persatuan

PRESIDEN Joko Widodo meminta seluruh rakyat Indonesia terutama para perwira remaja TNI-Polri untuk tak menyerah dalam peperangan melawan covid-19. Krisis akibat pandemi korona, menurutnya, justru harus dijadikan momentum untuk memperkuat kepedulian dan kegotongroyongan.

“Sebagai bani pejuang, kita bukan hanya harus mampu mengatasi permasalahan akibat pandemi, melainkan harus memanfaatkan pandemi ini untuk memperkukuh kekuatan bangsa serta melakukan lompatan-lompatan kemajuan, ” perkataan Jokowi saat melantik perwira taruna di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Bertentangan dengan tahun-tahun sebelumnya yang lazim digelar di halaman Istana Lepas, pelantikan perwira remaja TNI-Polri tarikh ini dilakukan di dalam Istana secara virtual. Peserta pelantikan dengan hadir hanyalah para peraih Adhi Makayasa 2020, yaitu Angga Andhika Yudha dari Akademi Militer, Rizqy Zealand Djuhaeri (AAL), Juanda Siregar (AAU), dan Ivan Pradipta Mahadika (Akpol).

Pada kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan segenap kekuatan yang dimiliki, Indonesia mampu sehat dari krisis akibat covid-19 dengan cepat. Dia juga berpesan kepada 751 perwira remaja untuk tetap berkomitmen menjaga ideologi Pancasila.

“Saya berpetaruh untuk selalu merawat semangat persekutuan dan kesatuan, merawat semangat pertalian dan gotong royong. Calon hero harus konsisten pada tujuan-tujuan besar bangsa, memiliki jiwa kesatria serta pantang mundur, selalu optimistis di dalam kejayaan dan kemajuan bangsa, ” kata Presiden.

Selain itu, Kepala Negara meminta para perwira remaja terus berinovasi dan fleksibel meng ikuti perkembangan zaman. Dia menekankan kalau dunia berubah sedemikian cepat & disrupsi terjadi di semua sektor kehidupan. Dunia akan diwarnai pula oleh hiperkompetisi untuk menguasai pengetahuan dan teknologi.

Saat ini, kata Presiden, teknologi militer sudah jauh lebih berkembang ketimbang dekade lalu. Tantangan kejahatan juga jauh lebih berat karena para kriminal menggunakan teknologi canggih. ‘’Saudara-Saudara harus menjadi arah dari kualitas SDM Indonesia yang hebat
yang menguasai kemahiran pengetahuan dan teknologi, yang tangkas dan inovatif dalam menghadapi transformasi dengan karakter kebangsaan penjaga NKRI dan penjaga Pancasila yang asli, ” tandasnya. (Pra/X-8)