Berita

Megapolitan

WALI Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang pula Ketua Satgas Covid-19 Tanah air Bogor telah mengeluarkan Perwali dan Surat Keputusan (SK) tentang kewaspadaan pemudik serta pendatang.

Kebijakan pembatasan pergerakan perjalanan dalam negeri bagi pemudik dan pendatang itu mengacu pada surat informasi (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, tanggal 21 April lalu. SE tersebut yaitu tentang peniadaan mudik keadaan raya Idul Fitri tarikh 1442 hijriah dan upaya pengendalian covid-19, selama kamar suci ramadhan 1442 hijriah.

“Wali Kota Bogor, Pak Bima Arya telah menandatangi kedua kebijakan itu tertanggal 27 April, ” kata pendahuluan Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Enau, Alma Wiranta, Jumat (30/4).

Kedua kebijakan itu yaitu Peraturan Wali Kota Enau Nomor 18 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kewaspadaan Pemudik dan Pendatang dalam bentuk pengendalian kegiatan masyarakat pada masa pandemi di Praja Bogor. Kemudian Surat Keputusan Wali Kota Bogor Cetakan 440/Kep. 335-HukHAM/2021 tentang Penetapan Periode Pelaksanaan Kebijakan Kecermatan Terhadap Pemudik dan Perantau Dalam Rangka Pengendalian Covid- 19 di Kota Bogor.

Lebih jauh Alma mengatakan, Perwali Kota Bogor Bagian 18/2021 diterbitkan dengan dasar untuk mengendalikan penyebaran pandemi covid-19, selama masa liburan atau perayaan hari Sundal Idul Fitri di Tanah air Bogor. Hal itu berbarengan dengan adanya fenomena pemudik dan pendatang serta pengendalian penyebaran covid-19. Perwali mengenai Kewaspadaan Pemudik dan Pendatang ini disosialisasikan dengan tanda Perwali KP2.

“Substansinya di pelaksanaan akan menurunkan personil sekitar 15. 000 yang terdiri dari TNI/Polri, pemerintah daerah serta pelibatan klub yang terbagi atas lima sub satgasus, ” ungkapnya.

Kelima sub satgasus atau satuan tugas khusus itu yakni penghadangan, deteksi, penindakan, administrasi dan pendukung, di dalam pelaksanaan kebijakan KP2. Dia menjelaskan, berdasarkan penetapan Pemangku Kota Bogor tentang penahapan KP2, akan dibagi menjadi 3 masa pengetatan.

Pertama masa pra kewaspadaan, berangkat tanggal 28 April sampai dengan 5 Mei 2021. Kedua yakni masa kecermatan ditetapkan mulai tanggal 6 Mei April sampai dengan 17 Mei 2021. Ke-3 adalah masa pasca kecermatan, ditetapkan mulai tanggal 18 Mei sampai dengan 24 Mei 2021.

mengucapkan juga: Larangan Mudik

Setiap pelaku perjalanan di dalam negeri di luar zona aglomerasi harus dapat menunjukkan hasil negatif test Polymerase Chain Reaction (PCR)/rapid test antigen paling lama 1×24 jam (satu kali dua puluh empat jam) atau hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.

Sebagai kebijakan kewaspadaan ini, Satgasus akan bertindak tegas di lapangan termasuk terhadap siapa sekadar yang tidak patuh secara protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Ada sanksi administratif maksimal berupa denda akan diberlakukan, ” pungkasnya. (OL-3)