Berita

Nekat Mudik ke Sragen, Bakal Dikarantina 7 Hari

TUMENGGUNG Sragen Untung Yuni Sukowati Kamis (15/4) mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan TNI, Polri dan bagian lainnya untuk memastikan Sragren mentaati maksimal Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik.

Yuni menjelaskan, pihaknya siap memblokade akses menuju kota yang terkenal karena situs warisan dunia UNESCO itu, baik dari arah Kabupaten Grobogan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Karanganyar maupun dari arah Kabupaten Boyolali.

Pemerintah Kabupaten Sragen, ungkap Yuni, juga sudah menyiapkan hukuman bagi para pemudik nekat yang melanggar aturan pembatasan mudik pada masa liburan Idul Fitri 2021.

“Karantina dulu 7 hari sebab kalau hanya sebentar itu pikir itu tempat transit biasa. Setelah 7 keadaan baru ditesting. Jadi menimbulkan dampak jera terlebih dahulu, ” papar Yuni pada Dialog Tidak Mudik Lebih Baik yang diselenggarakan FMB9 KPCPEN Kamis (15/9).

Sesudah itu, bila negatif, warga bisa kembali bersama puak di tempat masing-masing dan bagi yang positif Covid-19 maka melanjutkan karantina selama 14 hari. Dengan kebijakan-kebijakan itu diharapkan para warga Sragen tidak mudik sebab lebih baik.

Menyuarakan juga:   Penderita Covid-19 Sembuh di Bantul Hampir Tembus 10 Ribu

“Kecuali pergerakan di Solo Raya yang masuk daerah aglomerasi, ” tandas Yuni.  

Sementara itu Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Rudi Antariksawan mengaku pihaknya sudah bersiap buat memperketat arus perjalanan asing kota, untuk mendukung kekangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

“Kami sudah memetakan lokasi-lokasi berangkat dari Lampung sampai ke Bali untuk mencegah kelompok mudik. Jadi ada 333 titik penyekatan yang ana siapkan, ” ungkap Rudi.  

Penyekatan dilakukan elok di jalur tol maupun arteri di pulau Jawa, yakni, jalur pantura, carik tengah, selatan maupun Daksina Selatan. (RO/OL-7)