Berita

Pengesahan atas Karimunjawa Membanggakan

Pengesahan atas Karimunjawa Membanggakan

WAKIL Ketua MPR RI mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, atas penetapan kawasan Karimunjawa sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO. “Pengakuan terhadap kawasan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, sebagai bagian dari cagar biosfer dunia sangat mengambungambung kita, ” kata Wakil Pemimpin MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulis, kemarin.

Status cagar biosfer yang disandang Karimunjawa, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, harus dijaga dan dimanfaatkan untuk meningkatkan upaya pelestarian lingkungan hidup dan  ketenteraman masyarakat.

“Dengan adanya pengakuan UNESCO terhadap kelayakan kawasan Karimunjawa sebagai lindungan biosfer ini, upaya promosi terhadap kawasan Karimunjawa harus ditingkatkan, ” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah wilayah juga segera memanfaatkan momentum itu untuk mengemas kawasan Karimunjawa jadi tujuan wisata yang mengedepankan arah lingkungan.

Narasi mengenai potensi kepedulian terhadap lingkungan di kawasan Karimunjawa dan keseimbangan ekosistem, menurut Rerie, harus dioptimalkan agar kepedulian masyarakat kepada lingkungan pun meningkat. Untuk tersebut, diperlukan upaya kreatif pemerintah daerah agar dapat menarik perhatian wisatawan  sehingga meningkatkan pendapatan daerahnya.

Penetapan Karimunjawa sebagai cagar biosfer dunia dikerjakan dalam sidang ke-32 The International Co-ordinating Council of the Man and the Biosphere (ICC MAB) UNESCO pada 28 Oktober morat-marit, bersamaan dengan penetapan Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko  Minahasa dan Lindungan Biosfer Merapi Merbabu Menoreh.

“Kini Indonesia memiliki 19 cagar biosfer seluas 29. 901. 729, 259 hektare yang menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves (WNBR), ” ungkap Direktur Eksekutif Komisi Nasional Program MAB Indonesia-Lembaga Kemahiran pengetahuan Indonesia (LIPI) Y Purwanto. (RO/Ins/H-3)