Berita

PSI : Kalau Naik Mobil Bagaimana Tahu Risiko Covid-19 di Bus ?

PSI : Kalau Naik Mobil Bagaimana Tahu Risiko Covid-19 di Bus ?

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anthony Winza menuding Gubernur Anies Baswedan tidak mengetahui risiko penularan covid-19 di angkutan umum lebih bahaya karena berdesak-desakan dengan banyak orang.

Anies, katanya, bersikukuh penularan virus korona di transportasi umum berisiko kecil.

“Jangan-jangan Pak Gubernur dan TGUPP pulang-pergi ke kantor naik mobil dinas atau pribadi terus. Jadi tidak rasakan berdesak-desakan di bus dengan warga Jakarta,” kata Anthony dalam keteranganya, Jakarta, Senin (24/8).

Menurut Anthony, sebagai pejabat yang membuat kebijakan, Anies harus berani menjalani apa yang diputuskannya sendiri dan mengalami sendiri apa yang dirasakan jutaan pengguna transportasi umum setiap hari.

Baca juga : AC Sumber Penyebaran Korona di Jakarta

“Cobalah beri contoh dulu, lead by example, dengan begitu, warga Jakarta akan yakin bahwa transportasi umum di Jakarta itu aman dari penularan virus corona.” tukas Sekretaris Fraksi PSI DKI Jakarta itu.

Sejak diberlakukan ganjil-genap, Anies mengklaim lonjakan penumpang di bawah 10 persen. Namun, Anthony menampik hal itu. Ia menyebuy kondisi yang dirasakan masyarakat sangat berbeda.

“Setiap hari jutaan warga harus berdesak-desakan di dalam transportasi umum. Di halte dan stasiun pun terjadi antrian panjang karena jumlah penumpang yang masuk dibatasi. Kondisi ini akan semakin parah jika diberlakukan ganjil-genap untuk sepeda motor,” pungkas Anthony. (OL-7)