Berita

Tabrak Mobil Polisi Pejudi dan Pebalap Liar Ditetapkan Simpulan

Seorang pemuda asal Blitar berinisial AS yang diduga terlibat judi balap liar di sekitar Jembatan Ngujang 2 Tulungagung, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka & dikenakan wajib lapor sebab menabrak mobil polisi era penggerebekan berlangsung pada Selasa (2/3) dini hari.

“Yang bersangkutan kami jerat secara Undang-undang Kelalulintasan Pasal311, dengan ancaman hukuman penjara mulia tahun dan denda maksimal Rp3 juta, ” prawacana Kasat lantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno di Tulungagung, Rabu.

AS saat ini telah jadi diperiksa dalam rangka pemeriksaan dan diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, dia dipakai wajib lapor dua kali sepekan untuk memastikan dengan bersangkutan patuh terhadap patokan dan tidak mempersulit jalan penyidikan hingga kasus-nya dilimpahkan ke kejaksaan dan meja hijau.

Aris menuturkan, aksi berani AS menabrak mobil penjaga saat penggerebekan berlangsung diduga karena panik. AS saat itu mengendarai mobil minibus warna perak nopol AG-1248-RS.

AS bukan satu-satunya dengan diamankan dalam penggerebekan kawasan balap liar di ulama baru Jembatan Ngujang 2. Pagi buta itu, dia digelandang bersama 64 remaja lain, berikut barang bukti 31 kendaraan bermotor roda dua milik pelaku balap berangasan dan penonton, serta besar unit mobil.

Kata Aris, izin mengemudi AS medium dievaluasi. Jika nilai dari TAR (Traffic Attitude Record) sudah mencapai atau meninggalkan 12 secara akumulatif, oleh sebab itu izin mengemudi pemuda pokok Blitar itu akan dicabut.

Dalam pembubaran balap liar itu juga ditemukan kekayaan sebesar Rp900 ribu. Kekayaan ini diduga sebagai kekayaan taruhan balap liar.

Untuk dugaan perjudian taruhan balapan liar ini, Aris menyuarakan masih didalami oleh bagian Pidana Umum Satreskrim Polres Tulungagung. Kepastian tidaknya menghunjam dalam unsur perjudian, mau dibuktikan dalam gelar mengenai. “Masih didalami, hasilnya nanti setelah gelar perkara, ” ujarnya.

Sebelumnya 65 orang, 31 motor dan dua mobil diamankan dalam pembubaran balap liar di jembatan Ngujang 2. Balap garang ini dianggap meresahkan klub, terutama yang hendak meninggalkan jembatan Ngujang 2.

Untuk membubarkan balap liar tersebut, pihaknya sempat meminta sandaran truk yang melintas, guna menutup akses pada perut sisi jembatan Ngujang 2.

Akses menuju jembatan tersebut memang sering dijadikan ajang balap liar. Selain bulevar yang lebar dan setia, aspal jalan di Ngujang 2 masih baru serta halus.

Dari salah kepala remaja yang diamankan, informasi balap liar diketahui sebab media sosial Facebook dan grup WA. (Ant/OL-12)