Berita

Training of Farmer Bisa Tingkatkan Daya Pertanian

Training of Farmer Bisa Tingkatkan Daya Pertanian

KEGIATAN Training of Farmer (ToF) penerapan Pertanian Cendekia iklim atau C limate Smart Agriculture ( CSA ) Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project ( SIMURP ) di Purworejo berdampak positif .

Lewat pelatihan dengan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banyuurip, indeks pertanaman (IP) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah meningkat menjadi IP 300.

Pelatihan ToF di BPP Banyuurip Purworejo diikuti sebanyak 24 orang petani, tercatat peserta petani   perempuan. Pelatihan dilaksanakan pada 15-17 September 2020.

Gajah Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa ToF CSA SIMURP harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh para petani di Indonesia.

“Kegiatan ToF CSA SIMURP memberikan banyak manfaat buat petani dan penyuluh. Menyimak kegiatan ini dengan serius jadi bisa diaplikasikan di pertanian, ” tutur Mentan SYL, Senin (21/9).

Besar Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Departemen Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi, mengharapkan pelatihan ToF memberikan manfaat pada petani.

“Khususnya dalam meningkatkan pengetahuannya buat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, caranya dengan cerdas memanfaatkan kondisi. Misalnya bagaimana pertanian hanya menggunakan air sedikit   tetapi produktivitasnya tetap tinggi, ” jelasnya.

“Cara lainnya adalah dengan menghemat pupuk. Apalagi pupuk juga menjadi faktor pengungkit produktivitas yang luar biasa. Pupuk menjadi faktor penting untuk produksi, ” tutur Dedi Nursyamsi.

Materi ToF CSA SIMURP di Purworejo disampaikan oleh fasilitator handal yang sebelumnya telah di latih dulu meniti Training of Trainer (ToT).

Materi pembekalan yang diterima peserta di antaranya adalah konsep dasar CSA, pengujian unsur hara tanah dengan perangkat tes tanah sawah (PUTS), tanam terusan air legowo, pembuatan pupuk organik, pengambilan sample gas rumah kaca, tanam jajar legowo serta budidaya cabai.

Penyediaan dilakukan juga dalam praktik. Pembicaraan selama pembelajaran menunjukkan bahwa peserta bersemangat terhadap pembangunan pertanian. Petani sebagai subyek pembangunan pertanian pendirian betul akan permasalahan yang ada di wilayah masing masing.

“Peningkatan daya dan produksi merupakan output para-para peserta nantinya. Dengan menerapkan prinsip CSA dimana budidaya tanaman secara memperhatikan lingkungan sehingga diperoleh kecukupan pangan yang berkelanjutan dengan kelestarian alam yang berkelanjutan juga, ” ujar Dedi.

Menurut Dedi, indeks pertanaman (IP) 300 akan menjadi pokok juga peningkatan pendapatan setahun menjadi peluang tenaga kerja karena pengembangan pemanfaatan lahan bero menjadi pengutamaan. (RO/OL-09)