Berita

Universal

EMPAT orang dilaporkan mati dan 12 lainnya luka-luka akibat ledakan bom pada sebuah hotel kelas tempat di kota Quetta, Pakistan barat daya pada Rabu (21/4) malam.

Ledakan itu terjadi di area parkir mobil Serena, jaringan hotel mewah di seluruh Pakistan, di kota Quetta, pokok kota provinsi Balochistan di mana militer telah memerangi pemberontakan tingkat rendah semasa satu dekade.

Pada saat yang sama, duta besar Tiongkok bersama delegasi yang lain sedang menginap di hotel tersebut.

“Sedikitnya empat karakter tewas dan 12 lainnya luka-luka, ” kata Gajah Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmed menggambarkan kejadian tersebut sebagai tindakan terorisme.

“Delegasi Tiongkok yang berisi dari sekitar empat karakter yang dipimpin oleh caraka besar sedang menginap dalam hotel. Duta Besar pantas keluar untuk rapat era ledakan terjadi, ” tambahnya.

Balochistan adalah wilayah bapet meskipun memiliki sumber gaya alam. Penduduk mengeluh kalau mereka tidak menerima periode yang adil dari substansi gas dan mineral.

Antipati telah dipicu oleh miliaran dolar uang Tiongkok dengan mengalir ke wilayah itu melalui China-Pakistan Economic Corridor (CPEC), bagian penting dibanding Belt and Road Initiative China yang menurut penduduk setempat memberi mereka kurang manfaat karena sebagian gembung pekerjaan baru jatuh ke tangan orang asing.

Pasukan keamanan bergegas ke hotel dan tidak ada yang diizinkan mendekati lokasi ledakan. Rekaman di saluran informasi lokal menunjukkan mobil-mobil menyala, sementara polisi mengatakan itu telah membuka penyelidikan. Pejabat senior polisi di tanah air itu, Azhar Ikram, mengonfirmasi jumlah korban tewas dan mengatakan bahwa duta gembung Tiongkok yang menginap dalam hotel, tidak berada di tempat pada saat ledakan terjadi.

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa itu adalah IED yang ditanam di lupa satu kendaraan, ” sirih Ikram.

baca serupa: Ledakan Bom Pakistan

Tidak ada kelompok yang segera mengklaim serangan tersebut. Pada 2019, orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah yang menghadap ke rencana unggulan CPEC, pelabuhan bahar dalam di Gwadar dengan memberi Tiongkok akses strategis ke Laut Arab, menewaskan sedikitnya delapan orang. Dan pada Juni, pemberontak Baloch menargetkan Bursa Efek Pakistan, yang sebagian dimiliki sebab perusahaan Tiongkok. Semua gempuran diklaim oleh Tentara Pembebasan Balochistan. (Straitstimes/Aljazeera/OL-3)